Dari Mana, Mau Kemana?

Sebelum saya bahas strateginya, saya ingin cerita dulu nih…

Sebentar saja, saya janji akan bahas strateginya.

Tapi nanti ya, sebentar.

Latar belakang saya seorang karyawan. 

Tapi saya sudah jadi pengangguran sejak tahun 2018.

Terus ngapain sekarang?

Ya trading.

Dulu nih, dulu… saya sebagai karyawan tentu ingin punya penghasilan tambahan.

Penghasilan tambahan tanpa mengganggu waktu bekerja di kantor.

Sebagai karyawan kan susah kalau harus sambil bikin bisnis.

Akhirnya pilihan saya jatuh ke trading. 

Trading dipilih karena bisa dilakukan dimana saja, kapan saja.

Bisa dilakukan hanya menggunakan handphone atau laptop.

Lalu trading saham atau forex?

Awalnya saya pilih saham.

Pengalaman Trading Saham

Ilustrasi Pasar Saham IDX - IHSG (gambar dari antaranews.com)

Saya mulai trading saham di tahun 2015.

Diawali dari belajar trading kesana kemari.

Belajar di training gratisan maupun yang bayar.

Tentu sambil praktek trading, live.

Singkat cerita, waktu berlalu…

Setelah saya jalani selama hampir 2 tahun, saya malah rugi.

Banyak sekali cut-loss ataupun floating minus.

Cut-loss itu kan kita rugi uang.

Sementara kalau floating minus kita rugi waktu.

Kalau rugi waktu, berarti uang kita mengendap, tidak bekerja.

Saya rugi hampir 200 juta di tahun 2017.

Lalu ada 200 juta lagi floating sampai sekarang, tidak produktif.

Saya kemudian berhenti trading saham.

Kapok!

Bagi saya saat itu trading hanya buang-buang waktu dan uang.

Tapi belakangan saya menyadari bahwa saya salah.

Memulai Trading Forex

Ilustrasi Trading Forex

Lalu di tahun 2018 saya memulai trading forex.

Modal kecil saja, hanya 6 juta waktu itu.

Saya juga belajar trading forex kemana-mana.

Training gratisan dan berbayar.

Bahkan saya langganan atau beli sinyal trading dari dalam dan luar negeri.

Saya menggunakan analisa macam-macam, teknikal dan fundamental.

Banyak sekali indikator yang saya gunakan, sampai pusing saya.

3 bulan trading, ujung-ujungnya? 

Cut-loss dan floating minus! 

Bahkan MC alias Margin Call!

Sama saja nasibnya dengan trading saham.

Tapi saya mempelajari ada perbedaan yang mendasar antara trading saham dan forex.

Trading di saham lokal Indonesia itu banyak sekali bandar tradingnya.

Pasar saham lokal relatif mudah dibandarin karena memang kapitalisasi masing-masing saham relatif kecil.

Bandar hanya membutuhkan uang yang relatif kecil untuk bisa menguasai pergerakan harga sebuah saham.

Sementara kapitalisasi forex itu triliunan dolar per harinya di seluruh dunia.

Hanya orang-orang super kaya saja di dunia yang bisa ngebandarin forex.

Pasar forex jauh lebih likuid dari pada pasar saham lokal Indonesia.

Tapi ada yang sama dari kedua trading saya di atas.

Yang sama adalah adalah : Saya salah analisa!

Apanya yang salah dalam analisa? 

Yang salah dari analisa saya adalah : Saya melakukan analisa!

Tidak Usah Melakukan Analisa

Tidak Usah Analisa

Ngapain kita melakukan analisa kalau ujung-ujungnya salah?

50% analisa kita bisa saja salah.

Ataupun katakanlah 90% analisa kita selalu benar.

Biasanya profit dari analisa yang benar akan tertutup oleh rugi dari analisa yang salah.

Jadi impas.

Lalu kita terbawa emosi, ingin profit lebih besar lagi untuk mengembalikan profit yang hilang.

Lalu Anda bisa tebak hasilnya.

Rugi lebih besar lagi.

Kalau gitu ngapain kita capek-capek melakukan analisa?

Toh ujung-ujungnya rugi.

Oke..oke… mungkin Anda akan bilang, kenapa nggak pakai robot forex saja?

Pakai EA (Expert Advisor).

Saya sudah pakai banyak EA.

Hasilnya margin call!

Karena EA itu didesain untuk pola yang berulang.

Ketika terjadi hal diluar pola, kebanyakan EA tidak siap.

Resiko ditanggung penumpang.

Jadi gimana dwonkk?

Masak ga pake analisa?

Lalu pake apa?

Yes, ga pake analisa!

Tapi pakai strategi!

Analisa cukup fundamental saja, berdasarkan news.

Analisa teknikal sama sekali tidak usah digunakan!

Sementara strategi itu beda dengan analisa.

Strategi Trading

Ilustrasi Strategi

Saat ini saya hanya menggunakan strategi dalam trading.

Uang saya bertumbuh berlipat-lipat dalam waktu singkat.

Seperti yang sudah saya jelaskan di halaman sebelumnya.

Bahkan dari hampir 2000 transaksi trading, semuanya menghasilkan profit!

Saya ulangi, semuanya profit!

100%!

Tidak ada transaksi yang rugi atau cut-loss.

Hah kok bisa?

Kuncinya di strategi trading.

Emangnya apaan sih strategi trading itu?

Strategi itu lebih ke mengenal posisi kita saat ini di trading, lalu mau menuju kemana.

Okeyyy… bersambung ke halaman berikutnya yes..

Silakan klik tombol berikut ini untuk melanjutkan.

Copyright © 2020 by www.seorangjenius.com. All rights reserved.